Sabtu, 20 Agustus 2011

Tips Agar Helm Tidak Bau

Pengendara sepeda motor, biasanya akan lupa atau malas untuk menjemur helm yang dipergunakannya. Setelah melakukan perjalanan, biasanya helm diletakkan begitu saja. Helm yang basah karena keringat, atau pengap karena kurang terkena cahaya, akan menimbulkan bau yang kurang sedap. Biasanya, setelah timbul bau, para pemilik helm akan merasa kebingungan untuk membersihkannya. 

Berikut tips untuk mencegah agar helm tidak bau dan pengap :
1. Bukalah kaca penutup, khususnya jenis full face, saat helm tak digunakan. Bila dibiarkan tertutup, udara pengap dan bau bekas keringat akan terus terperangkap di dalam helm. Bau menyengat juga akan timbul bila tak tersentuh sinar matahari dalam waktu lama. Hawa panas dalam helm akan mengendap pada lapisan busa dan inilah yang menyebabkan bau tak sedap.

2. Biasakan menjemur helm setelah penggunaan pada perjalanan jarak jauh. Atau perawatan setidaknya dilakukan sepekan sekali, untuk penggunaan harian di Indonesia. Letakan helm dalam posisi terbalik dengan kaca dan seluruh bagian ventilasi terbuka. Ruang terbuka bagian bawah helm mempercepat penguapan butiran keringat dalam helm. Dan sinar ultra violet matahari mampu menetralisasi bau keringat itu.

3. Saat menyimpan helm, perhatikan fungsi ventilasi agar tetap terbuka sehingga udara bersirkulasi dengan baik. Salah satu cara termudah, buka kaca dan seluruh lubang ventilasi. Bau sisa keringat akan bersirkulasi dan memiliki jalan keluar untuk menguap.

4. Jangan lupa menaruh wewangian seperti misalnya kapur barus, ketika helm tak digunakan. Namun, hati-hati memilih jenis pengharum untuk itu. Jika menggunakan minyak wangi, maka pilih yang mengandung kadar alkohol rendah. Bila terpaksa memakai pewangi beralkohol tinggi, usahakan saat menggunakannya dalam jumlah sedikit. Karena busa helm cepat kering dan kisut bila sering terkena alkohol.

5. Gunakan pewangi beralkohol tinggi secara tepat, seperti misalnya hanya menyemprotkan sedikit dalam jarak cukup jauh dari target. Lalu bila kaca helm terkena alkohol, segera bersihkan dengan tisu atau kain halus. Sebab, senyawa pewangi ternyata akan mempermudah timbulnya jamur pada kaca helm.

6. Poles bagian luar helm dengan pasta pengkilap secara merata. Fungsinya selain untuk menjaga ketahanan warna helm, debu juga tidak mudah menempel.

7. Selesai dipoles dan diharumkan, simpan helm di tempat bebas debu dan tidak mudah terkena matahari secara langsung. Namun jangan juga menaruh helm pada lingkungan lembab. Supaya wewanggian tak terlalu menyengat, kala menyimpan helm buka seluruh ventilasi dan kaca helmnya. (ian/berbagai sumber)



Sumber : http://www.otogenik.com/

Kekurangan dan Kelebihan AC ke DC

Banyak cara meningkatkan kinerja sistem penerangan alias lampu di motkas (motor bekas). Mulai dari yang sederhana dengan mengaplikasikan lampu Halogen sampai yang paling rumit dengan mengubah sisitem kelistrikan AC (Alternative Current) menjadi DC (Direct Current).
Tentunya cara terakhir memiliki beberapa kelemahan meski banyak juga kelebihannnya. Kalau tidak, motor pabrikan seperti Honda Tiger 2000, Suzuki Thunder 250 dan moge built-up tak bakal mengaplikasi sistem DC.
Secara Prinsip kerja, penerangan dengan sistem DC sama halnya dengan yang diterapkan pada mobil. Artinya pada saat kunci kontak pada posisi ACC, lampu bisa di hidupkan. Pemandangan yang tak pernah ada pada lampu dengan sistem AC karena mesin harus hidup dulu untuk bisa menyalakan lampu.
Adapun keuntungan menggunakan penerangan model DC karena tegangan yang masuk ke lampu selalu stabil sehingga bohlam menjadi lebih awet. Selain itu juga, memungkinkan sepul atau generator tidak memilki beban berlebihan karena tugasnya hanya untuk mengisi ulang (recharging) aki.
Sementara generator pada sistem penerangan AC terbagi menjadi dua. Dari 5-8 current (kaki lilitan kumparan) yang ada di gulungan sepul, sebagian lari ke pengisian, selebihnya untuk menhidupkan lampu.
"Mengubah generator atau sepul AC menjadi DC adalah mengubah semua kaki lilitan hanya untuk pengisian ulang karena nantinya lampu mengambil setrum langsung dari aki", jelas Kiki Gustiawan dari Joery Motorsport.
Kekurangannya juga ada dengan mengubah kelistrikan lampu menjadi DC. Pastinya karena pengisian menjadi lebih besar, air aki basah menjadi cepat habis (menguap). Selain itu juga, aki standar yang sudah maintanance free harus di ubah ke aki basah untuk menhindari aki meledak karena overcharging. Efek dari pemakaian aki basah, mesti rajin memeriksa kapasitas air aki agar tidak berkurang di bawah ambang batas.
Secara keseluruhan, sistem kelistrikan untuk lampu DC lebih cocok bagi motor batangan (laki) dengan kompertamen aki lega yang memudahkan pengecekan. Sebaliknya, motor kecil seperti bebek dan skutik akan menjadi lebih repot dalam melakukan pemeriksaan air aki model basah.

Pakai Knalpot Racing di Jalan Umum melanggar Pasal 58 UU No 22 Tahun 2009 ?

Suatu Hari saya menyambangi Kang Rashim, Mekanik Andalan Komunitas HTML Bogor yang memiliki workshop sederhana di Jalan dr Sumeru Bogor. Di sela sela pembicaraan kami, dari mulut beliau muncul berita bahwa Di Bogor akhir-akhir ini seringkali Motor-motor yang menggunakan Knalpot Racing terjaring Razia Polisi. Bahkan pada Malam Ahad kemarin (24/10/09) beberapa rekan-rekan HTML Bogor terkena Razia knalpot Racing ini. Alkisahsemua member HTML yang terjaring razia menurut kang rashim dilepas dengan  berbekal petuah hamba wet bahwa Knalpot mereka harus di ‘standarkan’ Kembali. Alhasil kang Rashim Pun banyak dapat Order men-Standarkan Knalpot motor.
Bro sekalian Tanggal 22 Juni 2009, Presiden SBY telah mengesahkanUndang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Undang-Undang ini dibuat bukan untuk dilanggar Lho, akan tetapi sebagai Koridor berperilaku di Jalan bagi semua pengguna Jalan. Apresiasi mendalam dari saya sebagai pengguna Jalan kepada pemerintah yang sudah berupaya menghadirkan UU yang cukup Komprehensif ini. Bro sekalian akhir-akhir ini Kita sering mendengar adanya razia terhadap pemakaian Knalpot racing. Razia yang dilakukan Pihak kepolisian ini dilakukan berpedoman kepada pasal 58 UU No 22 ini yang berbunyi
"Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan dilarang memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas."
Apa maksutnya pasal 58 diatas, mari kita copas penjelasan undang-undang No 22 pasal 58, disana tertulis :
Yang dimaksud dengan “perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas” adalah pemasangan peralatan, perlengkapan, atau benda lain pada Kendaraan yang dapat membahayakan keselamatan lalu lintas, antara lain pemasangan bumper tanduk dan lampu menyilaukan.
Jika Penggunaan Knalpot Racing di jalan Raya merupakan pelanggaran terhadap pasal 58 ini, maka dapat diartikan bahwa pemakaian Knalpot racing termasuk kegiatan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas. Peraturan ini tentu sangat mengagetkan bagi banyak pihak, terutama pengguna Knalpot racing. Bagaimana Nggak, selama ini kan kita sepertinya bebas-bebas saja menggunakan Knalpot Racing . . . dan tiba-tiba saja kebebasan itu terbelenggu . . . pastilah ada yang berontak . Selain itu Bagi beberapa orang, Knalpot Racing menentukan mengepul atau tidaknya Dapur mereka (alias sebagai mata pencaharian). Tapi kalo bro sekalian mau sedikit detail, cobain deh cek perlengkapan saat membeli Knalpot, terutama knalpot racing impor macam Yosimura, twobrothers, leoVince, dlsb . . . Biasanya disana tertulis ” For Race Use Only” atau “Competition Use Only“
Jelas Pasal 58 terbaca sangat umum dan butuh penjelasan yang komprehensip, agar nggak di jadikan Pasal multitafsir. Penyelenggara negara sebagai pengemban amanan UU ini haruslah melakukan penjelasan dan Sosialisasi secara mendalam tentang semua yang ada dan tercantum dalam UU ini termasuk Pasal 58. Satu yang menurut saya yang seharusnya juga jadi sasaran empuk Pasal ini adalah para pengguna mika stoplamp beningyang dikolaborasikan dengan bohlam berkaca bening . . . silau meen  . Nah Bagaimana menurut Bro sekalian??  . . .monggo di share kembali, cmiiw, thks,  semoga berguna

Pasang HID Tanpa Tekor Aki? Yuk Ubah Sistem Kelistrikan AC ke DC

Lampu depan jenis HID untuk motor hingga kini masih sering diaplikasi. Baik hanya buat fashion maupun untuk yang demen turing ke luar kota. Sayang, pemakaian HID ini menuntut suplai listrik yang stabil. Sehingga mau tak mau harus memanfaatkan arus DC dari aki.   

“Untuk motor bersistem kelistrikan lampu depan model AC, maka harus diubah ke DC,” bilang Lukas Susanto, juragan Lucas Product (LP), spesialis kelistrikan motor di Perum. Jurang Mangu Permai, Pondok Aren, Ciledug, Tangerang. 

Kalau urusan mengubah jalur kelistrikan itu, sebenarnya tak begitu sulit. Bagi yang ngerti kelistrikan motor, pasti bisa deh mengerjakannya. “Karena tinggal memindahkan jalur kabel pada sakelar lampu depan yang semula dari sepul lampu (di kiprok), diganti jadi dari aki (biasanya diambil dari kunci kontak),” bilang Lukas.

Nah, yang jadi masalah, umumnya lampu jenis HID (meski kini banyak produk yang dibuat khusus motor) nyedot setrumnya cukup banyak lo. Jadi, bila hanya mengandalkan arus pengisian standar motor, terutama yang awalnya mengusung sistem AC, tidak akan mencukupi kebutuhan aki. “Aki bakal cepat tekor,” bilang pria berkacamata ini.



Spul pengisian harus di-up grade biar out putnya mencukupi. Kiprok Tiger, boleh pakai produk KW 2
Solusinya, mau tak mau kemampuan pengisian setrum ke aki harus ditingkatkan. Dan itu tidak bisa sekadar ganti kiprok dengan kemampuan bridge (melipatgandakan arus pengisian)  lebih tinggi dari standar seperti kerap ditawarkan saat pembelian lampu HID.

“Sepul pengisian juga harus di-upgrade. Filosofinya begini. Ibarat pompa air kecil, kalau ingin kucuran airnya gede tak bisa hanya dengan mengganti pipa pengeluaran atau keran yang ukuran besar. Melainkan pompanya juga mesti diganti yang gede,” terang Lukas.

Contoh ia terapkan di Honda Scoopy keluaran 2010 yang penyorot kepekatan malamnya diganti jenis HID. “Motor ini sepulnya terbagi untuk pengisian dan kelistrikan lampu depan. Saat diukur dalam kondisi standar tanpa beban sih  tegangan pengisiannya masih normal. Yakni pada stasioner mencapai 13,8 Volt dengan arus 1,2 Ampere,” tukasnya sembari memperlihatkan hasil pakai multitester.

Sementara di putaran mesin 3.000–4.000 rpm, tegangan pengisian mencapai 14,7 volt dengan arus sebesar 1,5 Ampere. Tapi begitu dikasih beban (lampu HID dihidupkan selama beberapa saat), tegangan pengisian di kondisi langsam drop jadi 12,5 volt dengan arus jadi –2,0 Ampere. Sedang di putaran 3.000 – 4.000 rpm cuma 12,6 volt dengan arus -0,8 Ampere.

Hasil ubahan sistem pengisian, di stasioner sudah mencapai 13,20 Volt dengan beban HID. Soket kiprok juga mesti diganti pakai yang kaki 5
“Out put segitu tidak mencukupi untuk pengisian ulang aki. Apalagi sampai arus pengisiannya minus seperti itu. Kalau motor lama berhenti, misalnya di lampu merah, dijamin aki bakal cepat tekor. Minimal di kondisi stasioner tegangan pengisian berada di kisaran 13 volt dan arus 1 Ampere,” terangnya.

Untuk mengatasi kekurangan suplai arus pengisian itu, Lukas memodifikasi sepul pengisian standar. Titik out put-nya yang semula 3 kabel dibikin jadi 2. “Sebenarnya akan lebih baik kalau kumparannya diganti (gulung ulang). Tapi untuk motor yang jumlah kumparan sepulnya banyak kayak Scoopy/BeAT (ada 12 kumparan), bisa cukup diubah titik out put-nya saja,” urainya.

Setelah diubah, baru deh kiprok diganti yang kemampuan bridge-nya lebih besar dari standar. Agar output pengisiannya ikut gede. Untuk kiprok, Lukas mengandalkan punya Honda Tiger. “Kiprok Tiger kemampuan bridge-nya bisa 2 kali lipat dari punya Scoopy atau motor-motor umumnya,” ucap mantan karyawan motor Honda ini.

Hasilnya saat diukur output pengisiannya, waktu tanpa beban (kondisi lampu mati) pada kondisi langsam mencapai 14,2 volt dengan arus 1,2 Ampere. Begitu putaran mesin dinaikkan di 3.000-4.000 rpm langsung melonjak jadi 14,7 volt/1,47 Ampere.

Sementara waktu lampu HID dihidupkan, tegangan pengisian pada stasioner ada di angka 13,20 volt dengan arus 1,14 Ampere. Begitu putaran mesin dinaikkan di 3.000–4.000 rpm melonjak jadi 14,7 volt/1,4 Ampere. “Mirip standarnya. Dijamin aki gak bakalan tekor,” yakinnya.

Biaya pengerjaan mengubah sepul, jalur kelistrikan berikut penggantian kiprok Tiger, Lukas pasang harga Rp 450 ribu. “Itu diluar lampu HID-nya (Rp 450 ribu). Kiprok Tigernya juga pakai yang KW 2. Kalau mau yang orisinal, nambah Rp 150 ribu,” tukasnya.

Tapi ia juga menyediakan paket jadi yang pemasangannya plug and play meliputi sepul hasil custom dan kiprok seharga Rp 400 ribu dengan garansi 1 bulan. Di luar ongkos pasang dan ongkos kirim. Tersedia buat Yamaha Mio, Jupiter Z, Jupiter MX, Suzuki Arashi, Honda Vario dan sebagainya.
 

Cara Merawat Busi Motor

Fungsi dari busi adalah sebagai alat untuk memercikkan api listrik guna membakar campuran gas pada ruang pembakaran. Percikan ini diperoleh dari tegangan tinggi yang dihasilkan olehignition coil. Tanpa percikan bunga api yang dihasilkan busi, mesin tidak akanbekerja.
Agar mesin bekerja prima, sebaiknya anda rajin memperhatikan kondisi busi dengan cara membersihkannya dari kotoran dan sisa pelumas.
Caranya:
  1.   Buka penutup busi, periksa kondisinya apakah masih dalam keadan baik atau tidak
  2.   Bersihkan daerah sekitar lubang busi dengan kain bersih
  3.  Lepaskan busi dengan menggunakan kunci busi, periksa kondisi businya. Jika busi kering dan berkerak  abu-abu, itu tandanya pembakaran mesin motor anda masih berjalan baik.Namun jika busi terlihat basah dan keraknya berwarna hitam, artinya pembakaran didalm motor anda kurang sempurna.
  4. Untuk memudahkan pembersihan, rendamlah busi dalam bensin atau minyak tanah, kemudian bersihkan busi dan keringkan dengan kain yang bersih
  5. Periksa celah antara elektroda, Kembalikan pada posisi normal sesuai buku petunjuk. Pada umumnya celah elektroda berjarak 0.8mm sampai 1.2mm
  6. Setelah busi selesai dibersihkan, masukkan kmabli ketempatnya secara hati-hati. Jangan memasang busi terlalu keras. Sebab bisa mengakibatkan busi akan sulit dilepas kembali atau bisa pula merusak ulir pada lubang mesin.
Lakukan perawatan secara teratur agar proses pembakaran selalu optimal.

Safety Riding Saat Touring or City Tour Bersama-sama

Yang perlu diperhatikan pada saat berjalan beriring-iringan antara lain :
A.  Patuhi Rambu-rambu Lalu-Lintas Walaupun berjalan beriringan, diharapkan dapat mematuhi
      rambu-rambu lalu-lintas.
B.  Konsentrasi Penting sekali karena untuk menjaga agar tidak terjadi kecelakaan.
C.  Kode or Touring Signal adalah menjadi suatu acuan bila berjalan beriring-iringan untuk saling
     memberitahukan Kode or Touring Signal selama dalam barisan yang sangat penting agar
     tidak terjadi kecelakaan beruntun. Adapun Kode or Touring Signal selama dalam barisan
     antara lain :
     C1.  Tangan KIRI Mengacungkan angka 1 [dgn Jari Telunjuk] Barisan menjadi 1 baris.
     C2.  Tangan KIRI Mengacungkan angka 2 [dgn Jari Telunjuk dan Jari Tengah] Barisan
             menjadi 2
             baris, dimana motor disebelah kanan dan kiri bersebelahan.
     C3.  Tangan KIRI Mengacungkan angka 2 [dgn Jari Telunjuk dan Jari Kelingking] Barisan
             menjadi 2 baris, dimana motor disebelah kanan dan kiri bersebelahan tetapi motor
             sebelah kiri berada didepan motor sebelah kanan. [selang seling dengan jarak].
     C4.  Tangan KIRI mengepal dan dibuka berulang-ulang diangkat keatas Saatnya hati-hati,
             injak rem perlahan.
     C5.  Tangan KIRI mengepal diangkat keatas Tanda Berhenti..!!! Awas, jangan menabrak
             motor di depan anda..!!!
     C6.  Tangan KIRI Terbuka diarahkan ke samping sebelah Kiri Menandakan untuk bersiap
             belok ke kiri.
     C7.  Tangan KIRI Terbuka diarahkan ke samping sebelah Kanan Menandakan untuk bersiap
             belok ke kanan.
     C8.  Tangan KIRI mengacungkan Ibu Jari dan Telunjuk Menandakan untuk mengisi Bensin.
             Diarahkan ke samping kiri berarti pomp bensin berada di sebelah kiri. Diarahkan ke
             samping kanan berarti pomp bensin berada di sebelah kanan.
     C9.  Kaki KIRI di turunkan Menandakan ada lubang, trotoar ataw halangan disebelah kiri.
   C10.  Kaki KANAN di turunkan Menandakan ada lubang, trotoar ataw halangan disebelah
             kanan.
   C11.  Kaki KANAN-KIRI diturunkan bersamaan Menandakan jalan bergelombang, rusak ataw
             terdapat polisi tidur.

D.  Jangan Telat kasih Kode or Touring Signal..!!!! 
E.  Tetap dalam barisan Bila berjalan beriringan tetap dalam barisan, agar motor laen tidak ikut
     dalam barisan.
F.  Berjalan satu garis lurus Hal ini penting pada saat memberikan Kode or Touring Signal.
G.  Jaga Jarak Jarak aman adalah 2 detik, dimana dihitung saat kabel gas mulai ditutup. Dalam
     hal ini jarak minimal untuk kecepatan 40-60 kmpj adalah sekitar 2-4 meter, hal ini sangat
     penting sekali untuk mencegah kecelakaan beruntun.
H.  Berurut Tidak saling menyalib motor yang berada dalam barisan [tetap pada posisi].
I.   Tidak merokok Hal ini dapat mengakibatkan pengendara motor yang berada di belakang
      terkena percikan abu rokok yang masih menyala yang bisa mengakibatkan kecelakaan.
J.  Tidak saling berbicara /ngobrol Disarankan untuk tidak berbicara / ngobrol pada saat
     berjalan, karena mengganggu konsentrasi berkendara.
K.  Sabar dan Ikut Barisan Di usahakan agar saling bersabar dan ikut terus dalam barisan.
L.  Tidak Arogan dan Serabutan Selama perjalanan tetaplah bersikap sopan dan santun
     terhadap pengguna jalan lain. jika ingin membuka jalan ataw ada kendaraan lain yang ikut
     dalam barisan, nyalakan saja klakson secara berulang kali agar pengendara tersebut keluar
     barisan.
M. Rapi dan Teratur Jika Bro semua ingat dan ikut aturan tersebut, apabila di abadikan dengan
     video kamera akan terlihat rapi dan teratur… dan membuat bro semua ingin ikut touring or
     city tour terus…

Tips-tips saat berjalan Rombongan :
a.  Kondisi Badan Sehat dan Fit Bisa minum vitamin ataw air mineral yang kandungan oksigen
     [H2O] Menggunakan salonpas yg di tempel pada bagian pusar/bodong dan punggung.
b.  Jari Telunjuk dan Jari Tengah [tangan kanan] berada pada tuas Rem Depan Berguna untuk
     teknik pengereman depan pada saat kaki kanan memberikan aba-aba.
c.  Ibu Jari / Jempol [tangan kiri] berada pada tombol klakson Berguna untuk gerakan reflek
     dan menyapa club/ komunitas untuk membunyikan klakson.
d.  Bernyanyi sendiri ataw bersiul-siul dengan gembira Berguna untuk memulihkan konsentrasi
     pada saat stamina turun.